Baru Pertama Ini…

(#NulisRandom2015 day 3)

Sebagian orang mungkin menganggapku sebagai orang yang caring, orang yang selalu meletakkan kepentingan orang lain diatas kepentingan diri sendiri. Yah, kadang kepedulianku terhadap hal yang kecil pun beralih menjadi sesuatu yang membuatku sedih.

Anggap saja kamu melihat orang yang kamu sukai terluka dan dia menuliskannya di akun media sosial mereka. Kamu tahu bahwa tidak seharusnya kamu kaget, karena itu memang resiko yang harus dia terima. Tapi entah kenapa rasanya kamu justru sedih dan khawatir, ingin rasanya mengatakan padanya ‘sudahlah, luka itu bukan apa-apa buatmu.’, atau sesuatu seperti ‘semoga lukamu tidak makin parah ya, aku tahu kamu kuat kok’, atau semacamnya. Apa daya kata-kata itu tak pernah meluncur dari dalam rongga mulutmu. Kamu hanya mampu berdoa, berharap bahwa dia akan baik-baik saja, sekecil apapun lukanya.

Karena kamu tahu dan sadar, bahwa dia tak pernah menganggapmu ada.

Karena kamu tak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya.

Karena kamu memang tak tahu apa yang harusnya kamu lakukan.

Karena, well, dia memang tak mudah digapai olehmu. Dia adalah awan, dan kamu adalah seekor semut kecil yang selalu menatapnya berkumpul dengan awan-awan lainnya.

Mungkin sudah waktunya kamu bangun. Bangun dari angan-angan semu yang selalu membayangimu tiap malam, ketika wujudnya terbentuk secara perlahan dalam bunga tidurmu.

Bangunlah.

Bangun.

Sebelum kamu makin terluka.

Advertisements

3 thoughts on “Baru Pertama Ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s