I Just Hit a (Second) Puberty

image

(#NulisRandom2015 day 4)

Sore ini lagi duduk nyantai depan fakultas tercinta sambil guyonan rame bareng temen-temen random yang emang dasarnya ga pernah sama sekali ketemu di satu spot yang sama, alhasil begitu ketemu langsung ngobrol ngalor-ngidul, dari mulai ngebahas UAS sampai liburan.

Tiba-tiba, satu orang temen yang duduk di seberang, langsung nyeletuk keras, “Gus, suaramu kok jadi gitu sih? Abis pubertas ta?”

And I was like, no way.

Setelah aku sudah bersusah payah ngelupain fakta kalau suaraku jadi makin berat, celetukan itu justru bikin aku shock. Lagi.

Well, bukannya aku nggak suka dengan berubahnya suaraku ini. Aku justru malah seneng, akhirnya suaraku bukan lagi macam suara yang frilly and soft yang sering disalah-dengarkan oleh beberapa orang mirip suara tante-tante, apalagi pas kebetulan nerima telpon. Pertama kali tahu kalau suaraku berubah sekitar 3 minggu lalu. Kukira ada yang salah sama pita suara, gara-gara sebelumnya makan permen (yang harusnya aku hindari, tapi tetep bandel dimakan) dan akhirnya tenggorokan serasa sakit. At first I thought it was nodes, tapi kupikir lagi mungkin cuman sekedar serak-serak biasa. The pain slowly goes away, tapi akibatnya suara berubah nge-bass gini.

I feel both happy and sad.

Happy because I’m finally coming to my TRUE adulthood. Salah seorang temen deketku pun bilang suaraku jadi seksi, meskipun dia secara gamblang juga bilang kalau dia lebih suka suaraku yang lembut dan girly (the hell with that!).

Tapi di sisi lain aku juga ngerasa sedih. Sedih karena nyatanya I can’t even hit a high note anymore. Yah, aneh emang, tapi apa daya sebagai cowok yang mayoritas repertoire-nya penuh sama lagu-lagu cewek, sulit rasanya mau nyanyiin lagu yang nadanya tinggi. I can do falsetto, well, I used to. Sekarang mau falsetto pun rasanya tenggorokan sakit, kayak dikecik Sadako.

Anyhoo, mungkin udah saatnya aku dewasa. I’m about to turn 22 tho, jadi sudah waktunya emang aku bisa berpikiran lebih matang lagi. Mungkin dengan berubahnya suara ini kepribadianku pun bisa berubah lebih bijak.

Adulthood, here I come!

p.s: For those of you who were asking me to sing, no matter what occasion, I might have to turned down the offer, temporarily.
Udah kayak macam penyanyi kondang aja, Gus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s