That One About Sensitivity

image

(#NulisRandom2015 day 5)

“Apa-apa jangan dibawa hati deh.”

“Jadi orang jangan terlalu sensitif lah. Gak baik.”

“Jangan dianggep lah mereka yang suka nimpali omongan kamu, jelas aja mereka cuman ngeliat dari sisi mereka aja.”

Well, mungkin ini momen dimana mulut pengen ngebales dengan ucapan “ngomong emang gampang!”

Apa salahnya jadi orang yang sensitif? Bukannya berarti orang itu emang peduli dengan perasaannya? Bukankah bagus untuk melindungi perasaannya agar tidak sembarang orang melukainya? Well, mungkin aku satu-satunya orang yang bahkan mewek diam-diam ketika baca berita tentang kucing peliharaan yang ditinggalin pemiliknya (sounds silly, but it’s true). But in the case where I have to be sensitive for the sake of showing people how do I actually feel about certain problems, jangan harap aku buat diam.

I need a place to express my anger, my sensitivity, my rage, my sadness, any kind of rolling emotions. Rasanya bener-bener jadi orang paling salah sedunia kalau emang aku sensitif. Gampang emosi. Ngamukan. Whatever you’d call it.

Orang-orang gak jarang juga bilang kalau aku sesekali harus melihat masalah dari mata orang itu. Tapi di lain sisi, ketika aku ada masalah, aku malah yang harus mengerti dari sisi orang yang melihatku. Like, what?

Oke, anggap aja aku egois. Aku gak dewasa. Fine. Aku emang belum 100% dewasa, apalagi untuk kasus dimana aku jadi pihak yang tertekan. Kadang aku juga harus membela diri, bukan karena aku benar, karena sudah waktunya orang-orang belajar mengerti aku sebagai individu.

And you say I didn’t understand them?

Wrong again.

I’m mostly capable of understanding people. Entah mau kamu orangnya sejelek apapun, sealay apapun, sebrengsek apapun, aku bisa ngerti. Anggap aja itu emang distinct traits dari masing-masing orang yang akhirnya membentuk kepribadian orang itu secara menyeluruh.

Sama seperti aku yang sensitif.

Gak enak emang jadi orang sensitif, really. Tapi kalau emang bener-bener terganggu karena sikap sensitif seseorang, yeah, might as well kamu jauhin aja orang itu, meskipun dia sobatmu.

p.s: Maaf kalau tulisan ini sedikit menyinggung salah seorang teman yang harus nggak merasa tersinggung sih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s