Membaca Orang

pesan dari angin

Dulu sewaktu kecil aku suka membaca buku. Apa saja. Apalagi yang bergambar. Aku pun jatuh cinta pada ensiklopedia. Dia mengajarkan banyak hal. Setidaknya hal-hal itu masih mampu aku kaitkan dengan keseharianku di masa kecil. Dunia menjadi lebih rumit ketika dewasa (atau menjelang dewasa). Menjelang dewasa, aku sudah bosan dengan buku-buku. Maka aku membaca yang lain, aku membaca orang. Ya, membaca gelagatnya, memperhatikan fitur wajahnya, menikmati suaranya. Semua itu ibarat basic skill tiap orang. Ada orang yang peka, ada yang cuek-cuek saja, atau bahkan berpura-pura cuek nyatanya ia amat memperhatikan.

Membaca orang itu seru. Bisa kukatakan lebih seru daripada membaca buku. Karena buku adalah salah satu produk orang, masuk akal jika bisa dibilang kita juga membaca orang dengan membaca buku. Tetap saja alam semesta yang luas itu ada di orang itu. Amat luas, kita bahkan merasakan diterbangkan olehnya, dibuai olehnya, atau mungkin dihancurkan olehnya. Namun alam semesta tidak diam, bahkan bintang…

View original post 178 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s