(REVIEW) Nasi Pecel for Breakfast? Why Not?

image
Niatnya motret view depan warungnya, apa daya si mama ikutan kepotret

What’s up, guys? Well, I’m back on my reviewing post today. Hope you’ll enjoy it.

Today we’re having Nasi Pecel.

Mungkin beberapa dari kalian familiar dengan nasi pecel kan? Yep, makanan yang mayoritas gampang banget buat ditemuin hampir di setiap sudut kota di Indonesia memang jadi salah satu makanan populer orang Indonesia.

Salah satu warung nasi pecel yang bisa dibilang cukup ramai di Malang adalah Warung Pecel Sleko. Warung ini lokasinya ada di Jalan Raya Tlogomas, tepatnya 100m setelah Terminal Landungsari dan berdekatan dengan Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang.

Warung Pecel Sleko buka setiap hari (if I’m not legally mistaken) mulai pukul setengah 7 pagi sampai semua makanannya habis terjual. Mayoritas pelanggannya adalah mahasiswa dan pekerja kantoran, terkadang cuman sekedar lewat pun bisa dilihat kalau warung pecel ini cukup ramai, apalagi di jam-jamnya orang sarapan.

Let’s take a look at the displayed foods.

image

Dengan langsung menuju mbak-mbak pelayan yang berdiri di balik display ini, kalian bisa langsung pesan pecel kalian dengan beragam pilihan lauk sebagai pelengkap, seperti ayam goreng, telur dadar, empal, tahu-tempe, dan sebagainya. Minumnya pun ya standard warung, seperti teh, es teh, kopi, semacamnya.

image
This is my order; with an ice tea for a side

Porsi pecelnya lumayan sih, apalagi nasinya ngepul-ngepul gitu jadi bikin makin kerasa pecelnya. Daging ayamnya enak juga, telur dadarnya tebal banget. Pokoknya enak deh, bener-bener cucok buat sarapan.

Per porsi nasi pecel harganya berkisar antara 7k – 15k, tergantung tambahan lauknya juga sih. Nggak heran dengan harganya yang affordable begitu Warung Pecel Sleko ramai dikunjungi banyak orang.

SERVICE (3.5⭐/5⭐)
Kadang mbak-mbak pelayanannya bingung gitu ya saking banyaknya pesanan. Overall, setidaknya mereka tanggap lah sama pelanggan yang datang.

FOODS (4⭐/5⭐)
Loved the reasonable portion; not too much but not too few. Meski rasa pecelnya agak kurang nendang, at least enak buat dinikmati pas lagi lapar.

AMBIENCE (3⭐/5⭐)
So many damn smokers! Harusnya ada peringatan gitu buat yang merokok silahkan duduk di meja bagian luar. Mentok cuman ngeliatin asiknya lalu-lalang di depan warungnya.

DECOR (3.5⭐/5⭐)
I don’t really care much about decor tho, tapi disini tipikal warung makan ya seperti itu. Nothing much to show, but I feel like home somehow.

p.s: I’m wishing a good luck for everyone who’s having final exams. I have two unfinished finals projects as I’m writing this review, so I hope everything goes well. Have a blast week! 🙂

Advertisements

7 thoughts on “(REVIEW) Nasi Pecel for Breakfast? Why Not?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s