Cooking with Friends = Chaotic but Fun!

image

I’m back!

Akhirnya setelah diributkan dengan ujian akhir semester dan pengajuan judul skripsi (which I’m very confident that I’ve done my best), akhirnya punya kesempatan juga buat nyantai cantik.

Mumpung lagi bulan puasa, sekalian mau ngucapin “Selamat Menunaikan Ibadah Puasa“, khususnya buat kaum Muslim di seluruh jagat raya.

Puasaan gini emang paling identik dengan namanya buka bersama, atau dikenal dengan sebutan buber. Biasanya buber diadain bareng temen-temen hampir dari semua golongan, bisa dari temen-temen satu kepanitiaan, kelompok ospek, temen SD, bahkan sampai temen satu ranjang (wey!). Dan lebih lagi, buber kadang diadain di tempat makan yang otomatis bejubel sama orang-orang yang punya niatan buat buber juga.

Tapi kami beda, dong. Karena males dusel-duselan di tempat makan bareng pejuang buber lainnya, kami mutusin buat ngadain buber di rumah dengan menu khusus masakan kami sendiri. Yay!

Berlokasi di rumahku yang tercinta dan tentram, kami berenam berencana buat masak makanan yang simpel tapi rasanya cucok buat berbuka puasa. Tapi, berhubungan beberapa member yang molor datengnya karena sibuk ngurus urusan kuliah, akhirnya ane mutusin buat prepare alat-alat masak plus bumbu-bumbu yang sekiranya perlu buat masak bareng nanti.

And don’t get me wrong; I’m pretty good at cooking compared to any girls that I know. No offense, Rivka (lol).

image
Actually learnt to cook this tahu-telur-goreng yesterday

Setelah nunggu cukup lama, sekitar jam 2.30 sore Nana dan Novi sampai tujuan dengan selamat, berikut disusul Robby/Enceng. Kami langsung riweuh di dapur, motong sayur, ngupas bawang, ngebumbuin jamur tiram, etc etc etc. Ternyata bakat masak temen-temen ane leh uga.

image
Jamur tiram siap digoreng, yum!
image
Bang Robby bagian marinating jamurnya. Telaten banget, om!

Nana asik nyiapin es blewah campur Nutrisari yang rasanya, well, bisa dibilang kecut-kecut seger gitu.

image
Penampakan es blewah setengah jadi

Si Novi yang emang jagonya dapur selalu siap handling every little details in cooking. Seriously, this girl is a cook goddess.

image
Ati-ati tangannya keiris, cyin!
image
Wife material banget nih, monggo yang minat bisa pm (lol)

Setelah umek cukup lama di dapur, akhirnya duo molor pun datang, si Rivka dan Yuni, yang sebelumnya ribet ngurus judul skripsi di kampus. Tanpa basi-basi, langsung ane tarik mereka ke dapur buat bantuin masak.

And guess what, akhirnya punya kesempatan buat ngajarin Rivka basic cooking skill, haha!

image
Fun fact: Rivka masih pertama belajar motong sayur
image
Yuni pun turun tangan. Go, girl!

Setelah berkeringat ria, kami pun ngerasa menu kami jumlahnya lumayan banyak. Tapi, ah, lanjut aja deh. We’e pretty much handling different things here, just like a real professional kitchen in a 5-star restaurant: Novi handling the cutting table and frying; Yuni preparing the seasoning and cooking; Nana making the beverage and tasting session; Enceng making the side dish and a little bit seasoning; I’m managing the stove, frying stuffs and seasoning, and Rivka helping with table preparation like a kitchen assistant, haha!

image
Cooking team! (Upper left to bottom left: Yuni, Nana, Enceng, Novi, Rivka)
image
Yuni in action
image
We're ready for our main dish!

Still, we’re having a lot of fun! Asik juga bisa masak bareng temen-temen kece. Disamping bisa ngobrol plus bercandaan, kami juga belajar seni masak dari masing-masing personil (or so I thought, lol).

image
Tasting chicken feat. Nana
image
Cap cay ala Novi
image
Goyang terus mak, sambelnya!
image
The taster's face said everything.

Akhirnya setelah sekitar 3 jam umek di dapur, masakan kami pun selesai alias done! Whoo, what a wack! Baru kali ini kerasa capek tapi lega begitu makanan yang ngebul-ngebul ini tertata rapi di meja makan.

image
*drooling*
image
Mouthwatering, eh? Yep, I know it is.

Ta-da!

So, for our iftar, we had:
1. Cap cay bening ala Novi.
2. Jamur crispy goreng.
3. Tahu-goreng-telur ala moi.
4. Ayam goreng fillet.
5. Sambel goreng tempe.
6. Tempe goreng.
7. Cah taoge.
8. Pudding coklat.
9. Salad abal-abal.
10. Es blewah Nutrisari.

In the end, kami cukup puas dengan hasil masakan kami sendiri (meski beberapa ada yang over-seasoned atau terlalu asin). Definitely beats the time if we have to had a buber di rumah makan, yang jelas-jelas ga bisa sesehat dan seenak masakan rumahan. Selain itu, rasanya juga ga kalah jauh sama masakan restoran kece, plus bisa sekaligus ngirit dompet. Kalian bisa kok sesekali buber di rumah salah satu temen deket kalian, dibanding harus makan di luar. Dijamin, asik dan worth the time!

We should do this again next time! And we’ll try different dishes too!

Bonus: here’s a photo of Rivka ‘humping’ Nana out of desperation.

image

Bonus #2: Enceng trying to wear hijab.

image

Last but ultimate bonus: my cat, Miki, dressed up in a fabulous veil.

image

Advertisements

3 thoughts on “Cooking with Friends = Chaotic but Fun!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s