(REVIEW) Saturday Night at Omah Kitir Cafe, Batu

(NOTE: Sebenernya post ini awalnya udah tertata cantik. Entah kenapa pas mau nyimpen di draft tiba-tiba hilang dengan sendirinya. Akhirnya terpaksa bikin lagi. Emang susah mobile blogging gini.)

Back to blogging! Akhirnya setelah sekian lama gak buka blog, I feel bad for myself. Now I’m back on reviewing eateries around Malang and Batu.

Mumpung akhir pekan, kami sekeluarga mutusin buat sesekali nongkrong di kafe atas rekomendasi papa tercinta, yang notabene sering ke kafe buat nongkrong sama konco-konconya. Kafe yang kami kunjungi namanya Omah Kitir Cafe di Kota Batu.

Omah Kitir Cafe (tampak depan)
Omah Kitir Cafe (tampak depan)

Lokasi tepatnya ada di Jalan Ridwan nomor 1, masuk gang sebelum SDK Sang Timur. Kalau malam agak sulit cari ancer-ancernya,karena jalannya lumayan kurang penerangan, tapi tetep aman. Begitu masuk gang, setelah jalan sekitar 50 meter dari jalan raya, tengok sebelah kanan dan langsung bisa ngelihat tulisan Omah Kitir Cafe yang menyala terang dan menyolok.

Kami langsung parkir di tempat yang ada. You can park pretty much everywhere; it’s quite space-y. Begitu masuk, mata langsung dimanja sama tatanan seating yang ada di teras dan kebun, dengan penerangan yang emang sengaja dibikin redup, mungkin untuk bikin suasana adem ayem. Pertama kami milih duduk outdoor, tapi berhubung udara lagi dingin-dinginnya di Kota Batu, kami akhirnya milih duduk indoor. Kalau mau, bisa juga duduk di lantai 2 yang juga ada pilihan buat indoor atau outdoor, bisa untuk nikmatin view Kota Batu di malam hari.

Outdoor seating  (feat. my parents and sis)
Outdoor seating (feat. my parents and sis)
Sorry for the terrible camera
Sorry for the terrible camera

Begitu duduk di tempat duduk indoor, meski kaki kami masih ngerasain udara dinginnya, bener-bener comfy in terms of atmosphere and decor. Alunan musik yang so-damn-typical-Italian-kitchen bikin mood tambah apik. Placing ornamen yang bikin mata adem, makin cocok sama suasananya. Sesekali bisa ngelihatin mas-mas yang ngeracik kopi dan minuman lainnya di mini kitchen yang ada di belakang kasir. Really, really soothe my soul.

Tik-tok, tik-tok
Tik-tok, tik-tok
I think these are Klappertart? Yeah.
I think these are Klappertart? Yeah.
Asik bisa ngeliatin mbak-mas yang lagi ngeracik latte
Asik bisa ngeliatin mbak-mas yang lagi ngeracik latte
Diambil dari depan pintu toilet #nojudge
Diambil dari depan pintu toilet #nojudge

Menu yang mereka sediain juga termasuk banyak dan beragam, mau pizza, nasi goreng, pasta, atau bahkan pie pun, semuanya ada. Minumannya juga banyak jenisnya, mau kopi, es teh, sampai wedang jahe sekalipun.

Harganya? Murah abis deh! Bahkan menurutku lebih affordable dibanding kafe-kafe yang punya tema serupa tapi tak sama. Akhirnya karena nggak begitu lapar (bohong banget!) aku pesen seporsi Penne Polo Carbonara plus Vanilla Frappe (this one is my favorite). Kami juga pesen Italian pizza, Polo Parmigiano, yang notabene bentuknya lebih tipis dibandingin American pizza. Rasanya aduhai di mulut. Kombinasi irisan daging dan keju plus aroma telur dan jamur yang dimasak bikin makin ngiler begitu si waiter nganter satu porsi pizza kami. Dengan enam slice per porsi, pizza ini bisa kalian nikmati bareng-bareng atau sendirian kalau emang rakus.

Mie Ayam Crispy Bowl (15k)
Mie Ayam Crispy Bowl (15k)
Garlic Bread (13k)
Garlic Bread (13k)
Polo Parmigiano (45k)
Polo Parmigiano (45k)
Penne Polo Carbonara (25k) & Vanilla Frappe (20k)
Penne Polo Carbonara (25k) & Vanilla Frappe (20k)

I’m looking forward to my second visit at Omah Kitir Cafeevery menu worth a taste. Buat kalian yang sering ke Batu atau kebetulan lagi berkunjung ke kota adem ini, daripada bosen nongkrong di Alun-Alun Batu, bisa ajak rombongan kalian buat nongkrong asik di Omah Kitir Cafe.

OMAH KITIR CAFE
SERVICE (4/5⭐)
Pelayanannya cepet plus ramah. Mereka cepet tanggap pas kami mau pindah tempat duduk, attentive sama pengunjung yang datang juga. Smile is the waiter’s strongest point, anyways.

FOODS (4.5/5⭐)
Love the foods. Love the taste. Love the originality. Pantes dicicipi berkali-kali. Menunya juga beragam, dan masaknya seakan nggak ngasal. Contoh pastanya yang bener-bener kayak pasta, bukan kayak pasta abal-abal yang biasa ditemuin di eatery-eatery kece.

AMBIENCE (3.5/5⭐)
Soothing and calming atmosphere is a must to me! Mungkin mereka perlu sentuhan musik-musik yang lebih calming daripada muter lagu-lagu galau yang bikin eneg plus makjleb di hati.

AMENITIES (4/5⭐)
Wi-fi: check. Cocok kalau mau nongkrong lama-lama disana sambil browsing sana-sini. Toiletnya juga bersih bok, meski pintunya agak berisik pas dibuka. Garden seating-nya cocok kalau mau dinner bareng si doi, meski harus siap-siap kaki kedinginan karena udara Kota Batu yang –duh– dinginnya minta ampun.

Advertisements

2 thoughts on “(REVIEW) Saturday Night at Omah Kitir Cafe, Batu

  1. I LOVE YOU FOR TAKING PHOTOS OF THE MENU

    Btw, murah itu ternyata emang subjektif ya. Kalo udah diatas 30-an aku jungkir balik mikir buat makan disana. Anak kos, cyiiin, wahahaha. Tapi kalo makan rame-rame (baca: AKU PENGEN PIZZANYA), kayaknya emang tetep affordable sih.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s